Wednesday, October 30, 2024

6 Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Meminum Kopi Hitam Tanpa Gula: Ini Dia!

news212 - Kopi merupakan salah satu tipe minuman pagi yang sering dinikmati oleh masyarakat global.

Berkarakter pahit namun dengan sentuhan asam ringan, kebanyakan orang cenderung menambahkan gula, susu, krimer, atau pun pengganti gula sintetik agar dapat mengurangi intensitas rasa kopinya.

Akan tetapi, kopi hitam tanpa penambahan gula justru menyuguhkan berbagai keuntungan bagi kesehatan. Tidak hanya rendah kalori, kopi hitam juga memuat kafein serta sejumlah zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Banyak studi pun mengungkap bahwa meminum kopi hitam tanpa ada penambahan gula dapat berhubungan dengan pengurangan resiko terkena beberapa jenis penyakit.

Maka, penjelasan apakah sajakah kondisi medis yang dapat dikurangi risikonya dengan meminum kopi hitam tanpa gula?

Penyakit yang dapat diatasi dengan meminum kopi hitam tanpa gula

Berikut sejumlah kondisi medis yang mungkin dapat ditangani melalui konsumsi kopi hitam tanpa gula:

1. Risiko alzheimer

Meminum kopi hitam tanpa tambahan gula dengan rutinitas bisa memberikan manfaat dalam mengurangi kemungkinan terserang penyakit Alzheimer, sebagaimana yang diambil dari sumber tersebut. Web MD.

Keuntungan itu pun diperkuat oleh lebih dari satu studi yang menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara rutin berhubungan dengan pengurangan risiko menderita penyakit Alzheimer serta tipe demensia lainnya.

Sejauh mana dampak tersebut berbeda-beda antar satu studi dengan studi lain. Sebagai contoh, di dalam suatu penelitian, individu pada usia paruh baya yang mengonsumsi tiga sampai empat cangkir kopi sehari-hari mempunyai tingkat resiko 65% lebih rendah untuk menderita penyakit demensia saat mereka semakin menua.

2. Risiko kanker tertentu

Studi sudah mengungkapkan bahwa minum kopi bisa berperan dalam pengurangan resiko terkena sejumlah tipe kanker seperti kanker payudara, kolorektal, serta hati.

Suatu peninjauan atas 28 penelitian mengenai kopi serta risikonya terhadap kanker menyimpulkan bahwa orang yang meminum lebih banyak kopi dalam studi tersebut memiliki tingkat risiko lebih rendah untuk mendapatkan kanker hati dan kanker pada lapisan rahim.

Ilmuwan menduga bahwa hal tersebut bisa jadi karena adanya antioksidan dalam kopi, senyawa yang bertugas melindungi sel-sel di dalam tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yaitu molekul merugikan.

Akan tetapi, kopi juga bisa memuat beberapa zat kimia bernama akrilamida, yang dipercaya memiliki sifat karsinogenik. Walau demikian, kadar akrilamida pada kopi dinyatakan masih aman bagi konsumsi manusia.

3. Mengurangi risiko sirosis

Studi menyatakan bahwa konsumsi kopi bisa membantu mengurangi kemungkinan menderita sirosis hepatis yang sudah parah, terlebih jika kerusakannya disebabkan oleh alkohol.

Sebuah penelitian besar menyatakan bahwa meminum kopinya hitam dalam jumlah empat gelas atau lebih setiap hari bisa mengurangi resiko terkena sirosis akibat alkohol hingga delapan puluh persen.

Studi lain pun mengamati bahwa konsumsi kopi bisa memperbaiki kondisi liver.

Misalnya, sebuah penelitian terhadap individu dengan kondisi liver menyatakan bahwa mereka yang meminum 4 cangkir (960 ml) kopi setiap harinya memiliki risiko lebih rendah berkembang menjadi sirosis liver daripada mereka yang tidak mengonsumsi kopi sama sekali.

Peneliti mencurigai bahwa kafein mungkin menjadi penyebab dari manfaat kopi terhadap kesehatan jantung yang menarik ini. Akan tetapi, dibutuhkannya studi tambahan guna membuktikan keuntungan tersebut masih belum bisa dipastikan.

4. Diabetes

Dilansir dari Healthline , minum kopi hitam tanpa gula dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Sebagai contoh, sebuah tinjauan menemukan bahwa minum 3-4 cangkir atau sekitar 720-960 ml kopi per hari dapat melindungi diri dari diabetes tipe 2. Manfaat ini diduga karena kandungan kafein dan asam klorogenat dalam minuman tersebut.

Selain itu, sebuah tinjauan besar terhadap 28 penelitian yang melibatkan lebih dari 1,1 juta peserta menemukan respons yang jelas tergantung dosis antara asupan kopi dan risiko diabetes tipe 2.

Diketahui, orang yang tidak pernah atau jarang mengonsumsi kopi memiliki risiko diabetes tipe 2 tertinggi, tapi risikonya menurun dengan setiap cangkir tambahan (240 ml) kopi yang dikonsumsi per hari, hingga 6 cangkir (1,4 liter) per hari.

Para peneliti ini juga menemukan, minum kopi tanpa kafein mengurangi risiko diabetes. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa lain selain kafein mungkin memainkan peran penting dalam hal manfaat yang menjanjikan tersebut.

5. Penyakit jantung

Penyakit kardiovaskular merupakan alasan utama terjadinya kematian secara global, sesuai dengan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Studi sudah menyimpulkan bahwa meminum kopi berkafein bisa membantu mencegah penyakit jantung, sebagaimana dilaporkan Heathshots (31/7/2024).

Studi yang dipublikasikan di Jurnal Ochsner mengindikasikan bahwa minum kopi bermanfaat bagi jantung. Akan tetapi, efek positif ini hanya terjadi apabila kopi diminum tanpa tambahan gula.

6. Parkinson

Mengonsumsi kopi hitam yang tidak ditambahkan gula bisa memberikan manfaat dalam pencegahan penyakit Parkinson.

Berdasarkan beberapa studi, semakin sering seseorang minum kopi, maka akan semakin rendah pula risikonya terkena penyakit Parkinson.

Bagi penderitanya Parkinson, mengonsumsi kopi bisa membantu meningkatkan kontrol terhadap pergerakannya.

Para ilmuwan menduga bahwa kafein mungkin menjadi alasan di balik manfaat tersebut.

Wednesday, October 23, 2024

Apa Saja Penyakit yang Harus Hindari Air Kelapa? Ini Dia 6 Diagnosanya

news212 - Kelapa air merupakan salah satu jenis minuman yang padat gizi dan memberikan berbagai keuntungan untuk kesejahteraan tubuh.

Kelapa air memiliki kandungan gula dan kalori yang rendah, sementara itu juga memuat elektrolit, vitamin, dan mineral. Karena alasan tersebut, minuman ini sangat baik dalam mendukung peningkatan hidrasi tubuh.

Namun begitu, tidak setiap individu dapat dengan aman mengkonsumsi air kelapa, terutama bagi penderitanya beberapa jenis penyakit tertentu.

Berikut ini adalah sejumlah penyakit di mana pasiennya dianjurkan agar tidak meminum air kelapa:

1. Penyakit ginjal

Orang dengan penyakit ginjal kronis umumnya harus mengekang konsumsi potassium pada makanan dan minumannya agar bisa mengendalikan kondisi sakit mereka.

Dikutip dari laman Health, Anda bisa pilih air biasa bukan air kelapa agar tidak kelebihan asupan kalium.

Air kelapa dipenuhi dengan kalium, dimana setiap porsi sebesar delapan ons (oz), yang setara dengan satu cangkir air kelapa, memiliki kadar kalium mencapai 396 miligram (yang menyumbangkan 8,4% dari total kebutuhan hariannya).

2. Darah tinggi

Biasanya air kelapa aman untuk orang dengan hipertensi. Tetapi harus diwaspadai saat sedang minum obat atau suplementasi tekanan darah tinggi.

Mengkonsumsi air kelapa secara berlebihan bersama dengan obat-obatan atau suplemen herbal penurun tekanan darah bisa memicu hipotensi (penurunan tekanan darah yang ekstrem dan membahayakan).

3. Alergi

Sulit menemukan orang dengan alergi terhadap air kelapa, mengingat kandungan protein di dalamnya sangat rendah.

Umumnya, protein menjadi penyebab respons imun pada individu dengan alergi. Bila Anda memiliki alergi terhadap kelapa atau kacang berpohon, dianjurkan untuk tidak mengonsumsi air kelapa.

Kelapa masuk ke dalam golongan kacang dari pohon, sehingga seseorang yang memiliki alergi terhadap kacang pohon bisa saja peka terhadap kelapa.

4. Diare

Kelapa mampu menolong Anda agar tetap terhidrasi ketika sedang menghadapi diare. Akan tetapi, minuman ini bisa memicu efek laksatif bagi beberapa individu, terlebih bila diminum dengan porsi yang besar.

Dilansir dari laman Healthline, Air kelapa bisa memicu diare akibar dari kadar potasium, FODMAP, serta gula atau pemanis buatan yang terdapat dalam produk air kelapa kemasan.

Jika mengonsumsi air kelapa menyebabkan diare atau tidak nyaman bagi sistem pencernaan, sebaiknya hindari. Minumlah air kelapa dengan jumlah yang wajar dan pastikan memilih varian tanpa penambah gula.

5. Penderita cystic fibrosis

Mengutip news212 (20/12/2023), penderita cystic fibrosis lebih baik menghindari minum air kelapa karena bisa memperburuk keadaannya.

Cystic fibrosis Ini adalah situasi di mana lendir dalam tubuh berubah menjadi lebih tebal dan melekat.

Air kelapa mempunyai kandungan natrium sedikit tetapi memiliki jumlah potasium yang lumayan tinggi. Bagi mereka yang menderita cystic fibrosis mempunyai tingkat garam di dalam tubuh yang rendah, jadi harus dinaikkan.

6. Seseorang yang memiliki keadaan "badan sejuk"

Untuk orang-orang yang memiliki suhu badan rendah atau cenderung merasakan dingin di ekstremitas seperti tangan dan kaki, disarankan untuk menghindari konsumsi air kelapa.

Dilansir dari laman news212 (8/9/2024), air kelapa bersifat menurunkan panas badani.

Hal ini bisa menimbulkan ketidakseimbangan dalam proses metabolisme tubuh, yang berpotensi memicu keletihan serta lemah bagi penderita "badan dingin".